Panduan Teknik Budidaya Nila Sistem Bioflok Yang Benar

alfafarm.co.id - Perkembangan teknologi budidaya nila menggunakan sistem bioflok semakin banyak diminati oleh masyarakat. Dengan berbagai keunggulan sistem bioflok, perlu memperhatikan tahapan budidaya nila dengan sistem bioflok agar tidak mengalami kegagalan saat memulai proses budidaya ikan nila.

Apa itu Sistem Bioflok ?

Bioflok berasal dari kata bios yang artinya kehidupan dan flock yang bermakna gumpalan, sehingga bioflok adalah kumpulan dari berbagai jenis organisme seperti jamur, bakteri, algae, protozoa, cacing, dan lain lain, yang tergabung dalam gumpalan.

baca : Panduan Budidaya Ikan Nila

Cara Budidaya Ikan Nila dengan Sistem Bioflok

Sebelum memulai proses budidaya, ada beberapa tahapan persiapan budidaya wajib yang harus diperhatikan. Yakni mulai dari benih ikan, persiapan media air, dan perawatan ikan nantinya. Berikut penjelasannya :

1. Seleksi Benih Ikan

Benih ikan jelas menentukan keberhasilan panen nanti. Mengapa? Budidaya ikan nila dengan sistem bioflok sangat mengandalkan benih ikan yang sehat, karena bioflok memanfatkan bakteri sehat. 

Apabila benih ikan dibeli dari luar, maka perlu dilakukan proses karantina ikan. Bertujuan untuk memastikan bahwa kondisi ikan sudah benar benar sehat sebelum ditebar kedalam kolam bioflok. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 4-7hari.

2. Persiapan Media Air

Media air yang dimaksud yakni persiapan kolam bioflok dan beberapa hal yang perlu diberikan kedalam air untuk menumbuhkan bakteri baik. Persiapan ini sebaiknya dilakukan bersamaan dengan proses karantina ikan. Agar ketika ikan sudah siap, media nya pun sudah siap juga. 

  • Mengisi air sesuai yang dikehendaki (menyesuaikan diameter)
  • Garam krosok non yodium dengan dosis 1kg/m3
  • Kapur dolomit/kapur pertanian dengan dosis 50gr/m3
  • Molase dengan dosis 100ml/m3 , jika tidak ada bisa diganti gula pasir dgn dosis 50gr/m3 
  • Probiotik untuk pembentuk bakteri flok dengan dosis 10gr/m3

catatan : encerkan semua bahan satu persatu kemudian masukkan kedalam bak bioflok.

baca : Mengenal Nila Salin yang Tahan di Air Payau

3. Pemeliharaan Ikan setelah Benih Masuk ke Bak 

Pemberian pakan 2x sehari yaitu jam 8pagi dan jam 3 atau 4 sore. Pemberian pakan yakni 3% dari biomassa.

Bagaimana cara mengetahui biomassa? Yakni dengan pengambilan sampling selama pemeliharaan kurang lebih 30ekor. Kemudain ditimbang satu persatu, dan dihitung bobot rata rata satu ikan. Kemudain dikalikan 3% dan akan ketemu pakan harian.

4. Kontrol Volume Flok dan Kondisi Air

Setelah semua proses persiapan, dan pemberian pakan rutin. Pengontrolan volume flok dan kondisi air juga perlu diperhatikan. Pengontrolan flok minimal seminggu sekali dengan mengambil sampling air dan diendapkan selama 5menit untuk mengetahui kondisi air, warna air.

DAFTAR HARGA BIBIT IKAN SEKARANG

 

Pengecekan Kolam Bioflok

Tebar Padat Nila Sistem Kolam Bioflok

Tebar padat nila pada sistem bioflok dapat mencakup lebih banyak, yakni 1kubik air dapat 100-200ekor. 

Diameter 2 = 3m3 isi 300-600 ekor ikan

Diameter 3 = 7m3 isi 700 - 1.400 ekor ikan

Diameter 4 = 12m3 isi 1.200 - 2.4 00ekor ikan

Diameter 4 sangat direkomendasikan, karena berdasarkan perhitungan berikut :

1 Kolam D4 = 4 kolam D2

1 Kolam D4 = 2 kolam D3

sumber: explore perikanan

Alfa Farm menyediakan Benih Ikan Nila, Bawal, Lele, Gurame, Patin, Grasskap, Baung, Belut, Gabus, dan Koi. Hubungi 081329881010

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *