Ikan Patin

 

Benih patin unggulan sekarang banyak dicari oleh para petani. Mengapa? Karena tingginya permintaan ekspor dunia terhadap ikan patin, menjadikan ikan ini sangat digemari oleh petani ekspor. 

Patin merupakan salah satu komditas unggulan yang mudah dibuidayakan serta mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan ini juga komoditas yang dapat dipelihara di kolam yang tidak mengalir. Segmentasi budidaya ikan ini meliputi pembenihan(larva), pendederan benih ¾ inci, 1 inci, 2 inci, dan 3 inci, serta pembesaran konsumsi

Secara umum, ikan patin memiliki tubuh licin, tidak bersisik, serta memiliki tubuh agak memanjang dan pipih. Patin mempunyai kebiasaan makan di dasar perairan atau kolam. Patin digolongkan sebagai ikan yang bersifat omnivora, namun pada fase larva cenderut bersifat karnivora yang bisa memangsa jenisnya sendiri.

Spesifikasi Benih Ikan Patin

Ukuran (inch) Jumlah (1 box)
3/4 inch 12.000 ekor
1 inch 8.000 ekor
2-3 inch 5.000 ekor
3-5 inch 3.500 ekor

Jenis Ikan Patin

  1. Patin Siam

    Patin siam biasa disebut dengan patin bangkok karena memiliki tubuh yang bongsor dan menyerupai patin lokal. Namun, larva patin siam bersifat kanibal. Jenis patin siam memiliki ebebrapa keunggulan yaitu:

    • Memiliki kemampuan reproduksi lebih besar dibanding patin lokal
    • Memiliki daya tahan yang baik terhdap kondisi perairan
    • Pertumbuhan yang dibudidayakan sekitar 7g/hari
  2. Patin Jambal

    Patin Jambal merupakan ikan asli perairan Indonesia. Patin jambal memiliki ciri khas yaitu dagingnya putih dan tidak berserat. Sehingga menjadi salah satu komoditas ekspor yang terus meningkat permintaannya, terutama dari negara Uni Eropa, Amerika Serikay, dan pasar Asia. Namun, jenis patin jambal ini memiliki beberapa kelemahan, diantaranya :

    • Jumlah induk patin jambal masih sangat terbatas
    • Fekunditasnya rendah, hanya menghasilkan telur butir/kg bobot induk.
    • Sulit dikembangkan secara massal
    • Daya tahan terhadap lingkungan rendah

    Diantara beberapa kelemahan, ikan ini juga memiliki kelebihan dari jenis patin lainnya. Dimana larva patin jambal tidak bersifat kanibal.

  3. Patin Pasupati

    Patin Pasupaati merupakan hasil persilangan antara induk patin siam betina dan induk patin jambal jantan. Menghasilkan beberapa keunggulan yaitu :

    • Daging berwarna putih dengan bobot tubuh besar
    • Produktivitas yang tinggi yakni 100.000 butir telur/kg

Peluang Usaha Budidaya Ikan Patin

Peluang usaha budidaya ikan patin dibagi menjadi beberap sub bagian, diantaranya pembenihan ikan patin, pendederan patin, dan tahap pembesaran sesuai permintaan dengan pasar ikan patin.

1. Pembenihan Ikan patin

Pembenihan adalah kegiatan pemeliharaan ikan yang bertujuan untuk menghasilkan larva atau benih berukuran 1 inci/ekor. Benih yang dihasilkan kemudian dipeliharan lebih lanjut dengan pendederan. Satuan produksi pembenihan ikan adalah jumlah ekor, sedangkan benih patin dinyatakan dalam panjang (inci=2,5cm).

Kegiatan pembenihan meliputi pemeliharaan induk, pemilihan induk, teknik pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva hingga benih, siap didederkan lebih lanjut. Proses pembenihan dilakukan dengan sistem kawin suntik, kemudian  proses pemijahan kemudian dengan cara di streeping atau diurut. Selanjutnya, telur dan sperma ditampung dan dicampurkan dalam wadah sampai terjadi pembuahan. Proses pemeliharaan larva harus berada di dalam ruangan tertutup, terlindung, dan terkontrol seperti hatchery yang terlindung dari pengaruh hujan, angin, perubahan suhu yang drastis, cuaca, dan terhindar dari hama predator.

2. Pendederan Ikan Patin

Pendederan adalah kegiatan pemeliharaan benih larva sampai dihasilkan ukuran tertentu atau siap ditebarkan di kolam pembesaran. Benih yang dibudidayakan dalam pendederan berukuran ¾ inci/ekor. Namun, umumnya dimulai dari ukuran lebih besar yaotu 1 inci/ekor. Ukuran benih yang dihasilkan dalam segmentasi pendederan adalah ukuran 1 inci, 2 inci, 3 inci, dan 4inci.

Kegiatan pendederan meliputi persiapan wadah, penebaran benih, pemberian pakan, pengelolaan air, pengendalian hama dan penyakit, pemantauan pertumbuhan dan populasi, serta pemanenan. Selama pendederan benih diberi pakan pelet dengan kandungan protein minimal 32% sebanyak 3-5% dari bobot total tubuh ikan.

3. Pembesaran Ikan Patin

Pembesaran merupakan kegiatan pemeliharaan ikan dari ukuran benih hingga siap di konsumsi yang diminta, biasanya permintaan dalam negeri diatas 500gr/ekor, sedangkan pasar ekspor menghendaki yang lebih besar karena akan diproses dalam bentuk fillet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *