4 Tips Budidaya Ikan Yang Bisa Anda Coba

Konsumsi ikan dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Ikan memiliki berbagai nutrisi penting yang tinggi, di antarnya adalah omega-3, vitamin D dan protein. Anda yang memiliki tekanan darah tinggi tidak perlu khawatir karena kandungan kolesterol pada ikan rendah.

Bagi Anda yang ingin membudidayakan ikan secara pribadi ataupun untuk usaha, bisa menyimak berikut tips budidaya ikan yang bisa Anda lakukan.

Memilih lokasi yang cocok untuk kolam ikan

Lokasi yang cocok untuk budidaya ikan nila, bawal, patin, gabus dan lainnya di antaranya adalah memiliki tanah kemiringan sekitar 3-5%. Hal ini diperlukan supaya proses pengairannya akan lebih mudah untuk dilakukan. Selain itu, usahakan air tidak keruh dan juga tidak terkontaminasi bahan kimia yang dapat membahayakan perkembangan dan pertumbuhan ikan, dengan pH sekitar 6,5-8,6. Suhu yang bisa digunakan untuk habitat ikan adalah sekitar 25-30 derajat.

Pastikan bahwa dinding kolam cukup kokoh dan tidak mudah gugur. Jika kolam adalah alami, tidak dilaksanakan pembangunan/pelapisan dengan beton, maka tanah yang baik adalah tanah liat karena sifatnya yang tahan terhadap air dan tidak mudah gugur.

Lakukan pengolahan kolam

Anda bisa melakukan pengolahan ikan dengan cara mengeringkan dasar kolam selama beberapa hari sebelum mengisinya dengan air, setelah dilakukan penggalian. Anda cukup menjemurnya selama beberapa hari dengan panas sinar matahari langsung supaya kolam cukup stabil ketika diisi air dan ditambahkan ikan.

Pastikan terdapat saringan pada pintu masuk dan juga keluarnya air, supaya bibit ikan tidak ikut terbawa aliran dan keluar dari kolam. Anda bisa menaburkan kapur tohor ataupun kapur pertanian untuk mengendalikan hama dan juga memperbaiki pH tanah yang terlalu asam. Anda bisa menaburkan pupuk kandang untuk mendorong fitoplankton sebagai pakan alami untuk ikan.

Untuk masalah pengairan, Anda bisa mengairi kolam dengan kedalaman 5-10 cm dan membiarkannya selama 2-3 hari. Setelahnya, Anda bisa mengairi kembali kolam hingga mencapai sekitar 100 cm dari dasar kolam.

Pilih bibit berkualitas

Perhatikan bibi yang Anda beli. Bibit bisa didapatkan dari indukan dan juga membelinya dari penjual bibit ikan yang Anda percayai. Jika Anda hendak fokus pada budidaya pembesaran, tentu cara kedua akan lebih mudah dilakukan dan menghemat waktu.

Bibit ikan yang Anda beli harus dalam kondisi yang baik dan sehat. Jika bibit tersebut bergerak dengan cepat dan lincah, maka bisa dipastikan ikan dalam kondisi sehat. Namun, jika bergerak lambat, sebaiknya dihindari, karena itu bisa berarti bahwa ikan dalam kondisi yang kurang baik dan bisa mati ketika dipindahkan.

Perhatikan juga kondisi fisik ikan. Pilih yang tidak cacat dan memiliki fisik sempurna, untuk memudahkan dalam perkembangan dan pertumbuhan mereka. Selain itu, jika Anda menjual ikan yang sudah dibudidayakan, pembeli tentu akan memilih ikan yang sehat, seragam, dan tidak cacat.

Ukuran bibit harus sama serempak. Jika terdapat ikan yang besar, maka dikhawatirkan ikan tersebut akan memangsa ikan-ikan kecil yang ada dalam satu kolam.

Lakukan pemeliharaan secara rutin

Pemeliharaan rutin tersebut berupa pemberian pakan sekitar 2-3 kali sehari dengan pakan berkualitas tinggi. Selain itu, pastikan kondisi air untuk hidup ikan terjaga dan tidak keruh.Jika telah keruh, Anda wajib menggantinya.

Ikan yang ideal panen memiliki bobot sekitar 500 gram. Anda bisa memanennya ketika ikan sudah mencapai usia tersebut.

Demikian pembahasan tersebut semoga bisa membantu. Bagi Anda yang hendak budidaya udang galah, budidaya belut, graskap, guramih bisa mengunjungi alfafarm.co.id dan dapatkan tips untuk budidaya dan seputar pembibitan ikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Order Via WhatsApp