Tips Dan Cara Budidaya Ikan Nila Lengkap Berhasil

Ketika petani ingin menghasilkan peternakan ikan nila yang besar dan gemuk, ada beberapa hal yang harus diikuti. Antara lain, pemilihan pakan, anakan dan cara merawatnya.

 

Meski mudah, jika salah langkah, efek kultivasi Anda tidak akan maksimal.

 

Berikut cara budidaya ikan nila asin agar cepat tumbuh dan mendapatkan hasil terbaik.

Persiapan Kolam

Cara budidaya ikan nila yang pertama adalah dengan menyiapkan kolam. Saat mempersiapkan kolam, penting untuk memahami lokasi kolam ikan nila dan kondisi proses persiapan kolam.

 

1. Syarat Lokasi Kolam Ikan Nila

  • Ikan nila paling baik ditanam di dataran rendah 500 m di atas permukaan laut.
  • Suhu kolam renang antara 27-30 derajat Celcius
  • Untuk kolam induk tidak perlu terlalu lebar, tetapi harus cukup dalam. Tingginya sekitar 100-140 cm. Proses Persiapan Kolam

Setelah memahami lokasi kolam ikan nila, persyaratan tersebut dapat dipenuhi. Kemudian langkah selanjutnya adalah memilih jenis kolam yang sesuai dengan preferensi Anda.

Meski jenis kolamnya berbeda-beda, Anda tetap harus menyiapkan kolamnya.

 

2. Perawatan Kolam

Setelah menyiapkan kolam ikan nila, langkah selanjutnya adalah merawat kolam. Perawatan kolam ini meliputi 3 macam perawatan yaitu kolam terpal, kolam tanah dan kolam dinding.

 

 

3. Proses Pra Tebar Dilakukan Pada H-7

Tahap selanjutnya adalah proses pre-stocking. Pre-stocking pada H-7 sebelum stocking. Langkah pra-tebar utama adalah mendistribusikan 10 liter/ha suplemen organik cair Spesialis Perikanan GDM secara merata ke 1 hektar lahan.

 

Suplemen organik cair GDM diberikan kepada ahli perikanan untuk meningkatkan jumlah plankton atau zooplankton di tambak. Ini dirancang untuk menyiapkan makanan alami untuk spesies ikan yang disimpan.

 

Dengan cara ini, Anda dapat menghemat pakan benih. Selain itu, makanan alami ini juga lebih sehat dan sangat populer dengan biji nila.

 

 

4. Seleksi Indukan Nila Yang Bagus

Sebelum beternak ikan nila, Anda harus memilih indukan ikan nila yang baik. Berikut ciri-ciri indukan ikan nila betina dan jantan siap bertelur:

 

Ciri-ciri Indukan Betina Ikan Nila Yang Bagus

  • Warnanya abu-abu. Ujung sirip ekor berwarna abu-abu
  • Perut besar, badan agak kendur.

Ciri-ciri Indukan Jantan Ikan Nila Yang Bagus

  • Berwarna lebih gelap daripada betina, seringkali hitam
  • Tidak cacat atau cedera, lincah.

 

5. Proses Pemijahan Ikan Nila

 

Setelah memilih indukan, Anda bisa memulai proses pemijahan ikan nila.

 

Inilah yang perlu Anda ketahui tentang proses pemijahan ikan nila:

 

  1. Menebarkan semua anakan indukan baik jantan atau betina ke dalam kolam pemijahan secara bersamaan. Rasionya adalah 1:3, dan ada lebih banyak perempuan.
  2. Beri makan dan perlakukan seperti biasa.
  3. Ikan nila jantan akan membuat relung atau lubang di dasar kolam sebagai tempat bertelur betina. Telur akan dibuahi oleh pejantan. Setelah itu, ikan nila betina akan menyimpan telurnya di dalam mulutnya.
  4. Selama proses penetasan, ikan betina akan berpuasa dan mengurangi jumlah pakan.
  5. Setelah 7 hari inkubasi, larva ikan menetas pada saat yang bersamaan.
  6.  

Larva ikan nila harus segera dipindahkan ke kolam larva. Bagi Anda yang ingin memiliki usaha pembibitan ikan nila dan memiliki bibit ikan nila yang berkualitas, Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang cara pemijahan ikan nila.

 

Memiliki bibit ikan nila yang berkualitas akan mendukung kualitas pemuliaan yang terbaik.

 

6. Penanganan dan Penetasan Telur Nila

 

Setelah larva menetas dan dipindahkan ke kolam larva, tugas pembudidaya lapangan selanjutnya adalah menyediakan pakan berprotein tinggi dengan tekstur tepung halus. Berikut langkah-langkahnya:

 

  • Beri makan 4-5 kali sehari, yang setara dengan satu sendok teh.
  • Setelah ikan tumbuh 2-3 cm, dapat dipindahkan ke kolam pembibitan.Proses Persiapan Bak Pendederan
  1. Kolam pembibitan dapat disesuaikan dengan ukuran larva. Jika kecil, Anda bisa menggunakan wadah plastik. Untuk yang lebih besar, Anda bisa menggunakan bak beton.

 

  1. Siapkan dua atau tiga tangki ikan dengan ukuran berbeda, karena ikan akan dipindahkan ke kolam yang lebih besar ketika mencapai ketinggian air tertentu
  2. Proses Pendederan Ikan Nila
  3. Setelah larva berumur 7 hari, mereka dapat mulai dipindahkan ke kolam pembibitan pertama. Beberapa ikan dipelihara selama tiga sampai empat minggu
  4. Setelah mencapai 3 cm, pindahkan ikan ke kolam pembibitan berikutnya yang lebih besar. Padat penebaran sekitar 30-50 per meter persegi, dan masa pemeliharaan 1,5 bulan.
  5. Selama masa pembibitan, dengan mencampurkan hormon 17 metil testosteron dalam pakan, ikan dapat benar-benar menjadi jantan sampai larva berumur 17 hari.
  6. Pakan harus mengandung 20-30% protein, FPR 3% dari berat badan ikan, 3 kali sehari.
  7. Proses Pemindahan Bibit Ikan Nila
  8. Setelah benih ikan nila tumbuh lebih dari 12 cm, bisa dipindahkan ke kolam atau ditanam.
  9. Pilih benih yang sehat, fleksibel, tidak cacat, berwarna cerah. Memenuhi ciri-ciri ikan nila yang baik.
  10. Ambil sedikit air kolam dalam baskom, dan rendam telur ikan selama 30 menit agar ikan beradaptasi.
  11. Miringkan baskom secara perlahan agar ikan dapat berenang sendiri ke dalam kolam, dan taburi dengan telurnya
  12. Cara Pemberian Pakan Kepada Ikan Nila

Cara budidaya ikan nila selanjutnya adalah pemberian pakan. Budidaya ikan nila dibagi menjadi 2 bagian.

Yaitu menyediakan pakan untuk ikan nila kecil, dan menyediakan pakan untuk ikan nila besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *