Tahap Budidaya Lele Untuk Pemula, Hasilnya Menguntungkan

Bagi anda yang sedang ingin berbudidaya ikan lele, anda harus mengetahui terlebih dahulu mengenai beberapa tips dan cara budidaya ikan lele yang akan kami paparkan berikut ini.

 

Cara budidaya ikan lele di kolam terpal

 

Sebagai awal yang ideal untuk memulai bisnis budidaya ikan lele, ada lima langkah dasar yang perlu diprioritaskan.

 

  1. Menyiapkan Kolam

Ukurannya bisa disesuaikan dengan ukuran sedang atau besar. Kolam yang paling banyak digunakan oleh peternak adalah kolam tanah.

Mulai dari penjemuran hingga 7 hari pelonggaran untuk menghilangkan gas beracun, hingga pengapuran dan pemupukan untuk memastikan tidak ada patogen yang berubah menjadi bakteri di kolam.

Namun kini inovasi kolam terpal jadi banyak dipilih oleh para pengusaha, karena kolam terpal lebih mudah disiapkan selain mudah didapat dan murah.

 

Berikut cara menyiapkan kolam terpal :

  • Sebarkan terpal ke dalam kolam dan sesuaikan dengan ukuran yang diinginkan. Untuk berdiri tegak, gunakan susunan besi atau bata di kedua sisi kolam untuk menyanggah.
  • Isi terpal dengan air setinggi 20-30 cm dan diamkan selama 7-10 hari. Tujuannya adalah untuk membentuk lumut dan fitoplankton secara alami.
  • Kemudian tambahkan air lagi sekitar 80-90 cm atau cukup dalam untuk mencegah ikan kepanasan akibat sinar matahari yang menembus dasar kolam.

 

  1. Pemilihan bibit ikan lele yang unggul

Beberapa jenis ikan lele diternakkan oleh para pembudidaya ikan lele Indonesia. Diantaranya adalah lele lokal, lele afrika, lele sangkuliang dan lele python.

 

Bibit Ikan Lele

 

Lele Sangkuriang dapat bertelur 400 hingga 60.000 butir sekaligus. Ini jauh lebih produktif daripada lele lokal, yang hanya bisa bertelur 1.000-4.000 butir dalam satu waktu.

 

Salah satu ciri bibit lele yang berkualitas adalah sangat menguntungkan, lincah, gesit dan agresif saat diberi makan.

 

Jika Anda menemukan bibit lele berkualitas tinggi yang cocok, jangan langsung dibuang ke kolam.

Kuncinya adalah memastikan suhu air di kolam terpal sama dengan suhu saat lele bertelur. Sebarkan benih lele secara perlahan dan bertahap agar lele tidak stress. Selain itu, waktu penaburan benih ikan lele yang paling baik adalah pagi dan sore hari.

 

  1. Perkembangbiakkan ikan lele

Selain beternak lele hanya di kolam terpal, Anda juga bisa beternak lele saat sudah siap kawin.

 

Cara membedakan lele jantan dan lele betina adalah dengan melihat jenis kelaminnya, lele jantan berwarna merah, sedangkan lele betina berwarna kuning.

 

Jika keduanya cocok untuk dikawinkan, telur lele betina yang telah dibuahi akan mulai muncul dan menempel di sarang setelah 24 jam.

 

Hal ini tidak sulit, karena telur lele akan menetas dengan sendirinya dan menjadi lele. Simpan lele di tempat khusus secara terpisah untuk menghindari stres atau kematian.

 

  1. Pemeliharaan ikan lele di kolam terpal

Kolam Terpal

 

Pakan lele 3 kali sehari pada jam 7 pagi, jam 5 sore dan jam 10 malam. Dalam hal beternak ikan lele di kolam terpal, anda juga perlu memperhatikan kualitas air kolam.

 

Anda bisa menentukan waktu yang tepat untuk mengganti air kolam dengan melihat warna air kolam. Air kolam lele kualitas bagus berwarna hijau, dan ketika lele sudah dewasa dan siap dipanen, airnya akan mulai berubah warna menjadi coklat kemerahan.

 

  1. Proses panen lele

 

Jika Anda memilih benih berkualitas tinggi dan memeliharanya dengan baik sejak awal, Anda dapat memastikan bahwa Anda dapat memanen ikan lele berkualitas tinggi dalam waktu 2-3 bulan. Umumnya 1 kg ikan lele yang dipanen dapat berisi 7-8 potong ikan berukuran 7-12 cm.

 

Proses penangkapan ikan lele dapat dimulai dengan terlebih dahulu mengurangi air di kolam terpal. Setelah itu, mereka disortir dengan sangat hati-hati sesuai dengan ukuran ikan. Ikan lele siap dipasarkan.

 

Tips-Tips Mengelola Budidaya Ikan Lele

Budidaya ikan lele cukup mudah, dan prospek panennya juga bagus. Namun, bukan berarti budidaya lele mudah tanpa tantangan. Ada beberapa tips berguna yang bisa dijadikan panduan untuk hal-hal berikut:

 

  1. Memilih Pakan Lele yang Tepat

Pakan lele yang baik adalah pakan lele yang bersih, dan yang terbaik adalah menyediakan dalam jumlah yang cukup. Karena lele tidak boleh terlambat dimakan, apalagi kekurangan.

 

Pakan lele dapat dibeli di toko peternakan atau toko pakan khusus. Ingat, lele juga ikan karnivora. Oleh karena itu, pakan lele yang baik harus dikombinasikan dengan pakan tambahan yang mengandung protein hewani, seperti kotoran ikan dari nelayan, belatung yang tersedia di toko burung, keong mas atau keong yang dicuci bersih, atau direbus kemudian dipotong kecil-kecil.

 

Salah satu kunci utama pertumbuhan ikan lele yang cepat adalah dengan memberikan pakan yang bergizi seimbang, terutama pakan dengan kandungan protein tinggi. Sederhananya, pakan lele membutuhkan rata-rata 3% dari bobot tubuhnya. Untuk mendapatkan gambaran tersebut, kita dapat mensimulasikan sebagai berikut.

 

Anda memiliki 20 ikan lele di kolam. Berat masing-masing ikan diperkirakan 5 gram, jadi berat totalnya adalah 1 kg (20 ekor x 5 gram).

 

  1. Pengelolaan air kolam

Selain pakan, pengelolaan air juga memerlukan pemantauan khusus. Oleh karena itu, air harus diubah agar sirkulasi dan kualitas air juga baik untuk memastikan kualitas air kolam dapat dipertahankan. Anda bisa mengambil sepertiga air dari dasar kolam, lalu menuangkan air bersih ke ketinggian yang diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *