Potensi Pengembangan dan Pemanfaatan Periknan di KKP PUD 431

Kawasan Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan (KPP PUD) 431 merupakan kawasan pengelolan perikanan untuk penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, konservasi, penelitian, dan pengembangan perikanan yang terbagi dalam 14 wilayah.

 

Di KKP PUD 431 juga terdapat beberapa jenis komoditas ikan lokal sebagai kandidat ikan budidaya, diantaranya ikan wader, nilem, muraganting, bader bang, tawes, sengkaring, betok, dan baung.

 

Selain memiliki prospek pemasaran dan ketersediaan teknologi yang baik sebagai unsur pendukung pengembngan budidaya ikan lokal, KKP PUD 431 juga berpotensi dalam olahan produk perikanan.

BRSDM melalui Amafrad Press telah menerbitkan buku “Potensi Pengembangan dan Pemanfaatan Periknan di KKP PUD 431”.

Potensi Pengembangan dan Pemanfaatan Perikanan di KKP PUD 431

  • Kawasan Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan (KKP PUD) meliputi sungai, danau, waduk, rawa, dan genangan air lainnya di Pulau Jawa bagian timur. Termasuk Kepuluan Kangean, Pulau Madura, Pulau Giliraja, Pulau Puteran, Pulau Giligenting, Pulau Sapudi, Pulau Raas, Pulau Nusabarong, Pulau Bali, dan Pulau Nusa Penida.
  • Ekosistem perairan darat di KKP PUD 431 didominasi oleh danau vulkano-tektonik dan vulkanik, waduk terutama pada DAS Brantas, embung, dan sungai.
  • Aktivitas perikanan tangkap di KKP PU 431 sebagian besar berada di Provinsi Jawa Timur yang memiliki 19 waduk kecil dan 2 waduk besar yaitu Waduk Sutami dan Waduk Wonorejo yang terletak di Kab. Malang dan sebagian kecil berada di danau wilayah Provinsi Bali seperti Danau Batur, Danau Beratan, dan Danau Buyan.
  • Aktivitas perikanan di danau dan waduk terdiri dari perikanan tangkap dan perikanan budidaya (jaring apung).

Operasional Alat Tangkap Perikanan Budidaya di KKP PUD 431

  • Keramba jaring apung dan jaring sekat dengan hasil produksi ikan louhan (Amphilopus trimaculatum), ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan mujair (Oreochromis mozambicus), ikan keting (Mystus microcanthus).
  • Jala dan jaring (gill net) dengan hasil tangkpan adalah ikan tawes (Barbonymus gonionotus), ikan louhan (Amphilopus trimaculatum), ikan nila (Oreochromis niloticus).

Tambak Budidaya Keramba Apung

 

 

Komoditas Kandidat Perikanan Budidaya di KKP PUD 431

  • Beberapa jenis komoditas ikan lokal telah dikoleksi dan dikembangkan sebagai kandidat ikan budidaya di wilayah KPP PUD 431 diantaranya adalah ikan wader, nilem, muraganting, bader bang, tawes, sengkaring, betok, dan baung.
  • Di Jawa Timur ikan nila, tawes, mujair, lele, maupun patin merupakan jenis ikan air tawar yang potensial untuk diolah. Produk olahan yang selama ini sudah ada dan berkembang adalah abon ikan, kerupuk ikan, bakso ikan, dan produk beku (frozen food) lainnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *