Perlu Diperhatikan Saat Membudidayakan Belut

Salah satu makanan yang kerap memiliki harga tinggi di restoran adalah belut, dan hal ini akan sangat memungkinkan untuk Anda dalam membudidayakan belut secara mudah. Belut sendiri merupakan jenis hewan yang cenderung licin dan kerap ditemukan pada area lumpur seperti di sawah. Berikut adalah hal yang harus diperhatikan ketika akan membudidayakan belut.  

Memperhatikan Media Tumbuh Belut

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah membudidayakan belut dengan memperhatikan media tumbuh belut. Media tumbuh belut adalah lumpur yang kering, TSP (pupuk), kompos, dan mikroorganisme dengan takaran yang sudah dipastikan agar bisa menjadi media tumbuh belut. Apabila Anda menggunakan drum sebagai media dalam membudidayakan belut, hal yang harus Anda perhatikan adalah menggunakan jerami dengan tebal 50 cm agar menjadi lapisan dasar drum. 

Mikroorganisme sebanyak 1 liter disiram per drumnya dan diberi kompos dengan tebal 7 cm. Setelah Anda memastikan sudah melakukan semua hal tersebut, selanjutnya adalah isi drum dengan air bersih dengan durasi 14 hari sampai adanya fermentasi. 

Pakan Terbaik dalam Budidaya Belut

Sama seperti membudidayakan lainnya, membudidayakan belut membutuhkan pakan terbaik agar bisa berhasil. Pemilihan pakan menjadi hal yang sangat penting, pakan dengan kandungan 5-20% dan haru disesuaikan dengan belut yang ada. Untuk belut yang masih kecil maka pakan terbaik adalah larva ikan, kutu air, atau kecebong dengan takaran mulai dari 0,5-1 kg. 

Apabila membudidayakan belut Anda sudah sampai tahap belut dewasa, maka pakan yang bisa digunakan adalah bekicot, ikan, belatung, dengan takaran mulai dari 1,5-2 kg selama tiga hari sekali dan di waktu sore. Tentu saja semakin berkualitas pakan maka akan menghasilkan membudidayakan belut yang baik. 

Memperhatikan Masa Panen

Apabila semua hal sudah Anda perhatikan, maka Anda akan tiba pada masa panen yang ditunggu-tunggu. Tentu saja memperhatikan masa panen pada membudidayakan belut adalah hal yang harus dilakukan. 3 hingga 4 bulan adalah waktu yang umum dalam proses panen dari membudidayakan belut. Tetapi apabila Anda melihat banyak belut kecil di drum, Anda bisa melakukan sebagian panen saja sehingga masih bisa menunggu untuk beberapa bulan ke depan. 

Setelah panen Anda bisa langsung menjual belut ini dengan pasar yang sudah ditentukan. Semakin banyak belut yang Anda jual akan semakin besar keuntungan yang bisa didapatkan. Anda dapat menjual belut untuk konsumsi dan yang lainnya. 

Budidaya Belut tanpa Lumpur

Saat ini membudidayakan belut bisa dilakukan tanpa lumpur dengan menggunakan drum seperti yang sudah dijelaskan diatas. Menggunakan drum menjadi alternatif yang lebih terjangkau karena harga drum yang lebih murah dibandingkan membuat kolam atau di lumpur secara alami. Tentu saja apabila menggunakan kolam semakin banyak belut yang bisa dibudidayakan dibandingkan menggunakan drum. 

Membudidayakan belut bisa dilakukan pada media apa saja asal Anda bisa memahami cara membudidayakan belut yang tepat. Banyak sekali hal yang harus dipahami ketika memutuskan untuk membudidayakan belut. 

Informasi di atas berkenaan dengan membudidayakan belut agar Anda bisa memperhatikan hal-hal apa saja yang harus dipelajari lebih lagi berkenaan dengan membudidayakan belut. Tentu saja semuanya akan terasa sulit, tetapi dengan referensi diatas Anda bisa dengan mudah memulai hal ini. Tidak perlu merasa bingung, membudidayakan belut akan semakin mudah bagi Anda dengan semua informasi dan tambahan pengalaman yang ada.  

Dan tidak perlu bingung cari tempat penjual bibit belut yang berkualitas, bisa langsung membeli di Alfa Farm. Pengiriman ke berbagai kota di Jawa dan luar Jawa, dari Kediri, Jogja sampai Palangkaraya. Pengiriman dilakukan via darat/udara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Order Via WhatsApp