Mengenal Cara Budidaya Ikan Baung Lengkap Bagi Pemula

alfafarm.co.id - Mengenal lebih dalam tentang budidaya ikan baung. Ikan baung ini banyak dikenal di daerah Jambi dan sekitarnya. Usaha pembudidayaan diupayakan oleh oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, Jambi untuk semakin meningkatkan produksi dan pemasaran akan ikan baung ini.

 

Tujuan untuk semakin memasarkan ikan lokal. Dimana ikan lokal ini meliputi Ikan Botia, Ikan Baung, Gabus, Nilem, Kapiat, betok(Papuyu), Tambakan, dan Jelawat.

Ikan Nilem
Ikan Nilem
ikan Kapiak
Ikan Kapiak

Budidaya ikan baung ini belum banyak diupayakan oleh masyarakat. Dengan ini, simak tahapan penjelasan tentang budidaya ikan baung berikut : 

 

  1. Seleksi induk dan Pematangan

Caranya dengan proses seleksi induk dan pematangan, dimana kita harus menseleksi pertumbuhan induk jantan dan betina dengan mengambil 50% dengan pertumbuhan baik.

Pemisahan Induk baung

Selanjutnya melakukan pematangan, dengan cara memisahkan jantan dan betina.

Media pematangan yang baik untuk Ikan Baung bisa dilakukan di kolam tanah maupun keramba jaring apung. Tetapi sebaiknya menggunakan keramba jaring apung, karena proses seleksi di kolam tanah akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

 

  1. Pemberokan

Disarankan rposes pemberokan ini dengan 1 wadah 1 induk. Jika lebih diisi 2-3 induk, dikhawatirkan ikan akan berkelahi yang menyebabkan induk menjadi stress dan menjadi rusak.

1 hari setelah pemberokan dilakukan penyuntikan

 

  1. Penyuntikan Hormon Ovulasi

Proses penyuntikan dilakukan 1 hari setelah proses pemberokan. Hormon yang digunakan yakni Ovaprim  atau Ovaspec. Dosis yang digunakan 0,7mg/kg. Dilakukan 2x penyuntikan dengan interval 6jam. Penyuntikan kedua induk betina dibarengkan dengan penyuntikan pada induk jantan.

Penyuntiksn Induk Ikan Baung

 

Dalam jarak waktu 6-10jam dari penyuntikan kedua, induk baung akan ovulasi dengan bantuan mengurut perut induk Baung.

 

  1. Penyiapan Induk Jantan

Untuk induk jantan, penyuntikan diberikan 0,25mg/kg. Perlu diingat, penyuntikan induk jantan bebarengan dengan penyuntikan kedua dari induk betina.

Proses pengeluaran sperma pada Baung sedikit susah sehingga dilakukan dengan proses pembedahan. Sehingga pasti ada korban untuk melakukan budidaya ikan baung ini.

 

  1. Penyiapan Sperma Jantan

Untuk 1 ekor jantan, bisa 2 atau 3 ekor betina pembuahan. Sperma yang sudah dikeluarkan, maka dicincang, digerus hingga sperma itu hancur, kemudian diberi cairan fisiologis berupa NaCl 0,9% agar sperma lebih bertahan.

 

  1. Proses Pencampuran Telur dan Sperma

Telur dari induk betina yang sudah di stripping, kemudian dicampurkan dan diberi air mineral untuk proses pembuahan. Proses pembuahan minimal 50x jumlah larutan air fisiologis tersebut agar spermanya lebih aktif.

Pencampuran Telur dan Mineral baung

 

  1. Penempelan Telur pada Substrat

Perlu diketahui bahwa sifat telur ikan baung itu menempal pada media substrat yang bisa berbentuk. Media nya bisa berupa hapa, ijuk, maupun tray. Dan diletakkan di bak penetasan.

Setelah 24-30jam, telur ikan baung tersebut akan menetas.

  1. Perlakuan Setelah Penetasan

    Penempelan Telur di Substrat pada Bak Penetasan

Dalam waktu 2hari setelah penetasan, larva ikan baung akan kehabisan kuning telur. Sehingga perlu diberi pakan yakni artemia yang diberikan pada hari ke-3 setelah menetas. Pakan artemia ini diberikan selama 5-6 hari dengan interval 4-5x sehari.

Pakan setelah artemia yakni cacing sutra. Disarankan pemberiakn cacing sutra pada 5hari pertama dengan dicincang supaya sesuai dengan bukaan mulutnya.

5hari setelah berikutnya, casut tidak perlu dicincang, bisa diberikan secara utuh. Sehingga total pemberian cacing sutera ini 10hari.

 

  1. Pendederan

Siapkan kolam pendederan untuk menebar benih larva dengan proses pengolahan, pemupukan, dan diharapkan pakan alami dapat tumbuh.

Pendederan dilakukan selama 2-3bulan sampai ukuran 3-4inch dengan tambahaan pakan berupa pelet selain pakan alami yang tumbuh di kolam.

 

  1. Sortir Benih

Proses pemanenan dari pendederan ke kolam pembesaran perlu dilakukan sortir.

 

  1. Pembesaran Baung

Pemberikan pakan pada proses pembesaran berupa pelet. Namun sebagian petani menyelingi dengan pakan rucah.

Perkiraan tebar benih dari ukur 3-4inch sampai berat 1/2kg membutuhkan waktu selama 10-12bulan. Karena ikan baung merupakan ikan yang lambat.

Silahkan untuk melakukan konsultasi, dan pemesanan benih lele klik disini.

ALFA FARM menyediakan benih ikan Lele, Nila, Bawal, Gurame, Patin, dll.
Hubungi WA/TELP/SMS 081329881010

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *