Kelebihan Dan Kekurangan Budidaya Ikan Bawal

Budidaya ikan bawal digadang-gadang sebagai salah satu ladang usaha yang memiliki prospek baik. Tingginya angka permintaan akan jenis ikan ini setiap tahunnya menjadi alasan pangsa pasar ikan bawal tidak pernah sepi, baik untuk kebutuhan konsumsi pribadi atau usaha. Ikan bawal sendiri bisa diolah menjadi berbagai menu santap yang enak dan kaya gizi. Tertarik untuk menjajal usaha budidaya ini?

Kelebihan Budidaya Ikan Bawal

Sebagai pemula tentu ada baiknya mempelajari lebih dulu berbagai hal tentang jenis usaha yang akan dilakoni. Dalam budidaya ikan bawal di kolam terpal pun dibutuhkan perencanaan matang agar memberi hasil sesuai harapan. 

Seperti halnya jenis usaha pada umumnya, ada kelebihan dan kekurangan budidaya ikan bawal yang perlu Anda ketahui. Pertama-tama berikut ini beberapa kelebihan yang dijanjikan:

1. Pertumbuhan Ikan Bawal Relatif Cepat

Ikan bawal memiliki laju pertumbuhan relatif cepat dibandingkan beberapa jenis ikan air tawar yang lain. Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk memasuki masa panen. Jika mulai membudidayakan dari benih berbobot 100 gram, dalam kurun waktu 3 bulan Anda bisa mendapat ikan bawal siap panen berbobot 1 kg per ekor.

2. Ikan Bawal Mudah Beradaptasi dan Tahan Serangan Hama

Ikan bawal mudah beradaptasi dengan lingkungan anyar. Karenanya jenis ikan ini mudah dibudidayakan dimana saja. Tidak terkecuali bagi Anda yang berniat budidaya ikan bawal di area perkotaan. Selain itu, daya tahannya juga cukup tinggi sehingga tahan terhadap serangan hama.

3. Persaingan Usaha Budidaya Ikan Bawal Relatif Kecil

Jika diamati lebih banyak pelaku usaha melirik budidaya ikan lele ataupun nila. Karena itulah tingkat persaingan usaha budidaya ikan bawal di kolam terpal relatif kecil.

4. Cocok Untuk Konsumsi

Ikan bawal memiliki daging yang tebal dan gurih saat diolah menjadi berbagai menu hidangan. Kandungan gizinya pun baik untuk kesehatan. Kelebihan lainnya, ikan bawal cenderung memiliki duri yang sedikit.

5. Dibudidayakan Sebagai Ikan Hias

Tak hanya enak dikonsumsi, ikan bawal juga banyak dibudidayakan sebagai ikan hias. Hal ini lantaran ikan air tawar ini memiliki corak tubuh yang apik. Bentuk tubuhnya pun unik mirip seperti ikan piranha yang ganas. Karenanya wajar jika ada pengusaha yang menjalankan budidaya ikan bawal di kolam terpal sebagai ikan hias.

Kekurangan Budidaya Ikan Bawal

Sayangnya budidaya ikan bawal masih belum terlepas dari kekurangan, diantaranya:

1. Ikan Bawal Kurang Populer

Dibandingkan dengan beberapa jenis ikan air tawar lain memang benar ikan bawal kurang populer. Sebagai contoh, saat Anda berkunjung mampir ke tempat makan sekiranya akan lebih sering dijumpai menu ikan lele, ikan nila, dan ikan gurame. Sementara tempat makan yang menyediakan menu ikan bawal masih relatif sedikit.

2. Tetap Ada Risiko Kematian pada Kegiatan Budidaya Ikan Bawal

Budidaya ikan bawal di kolam terpal atau ikan jenis apapun itu tetap memiliki risiko kematian. Meski dikatakan ikan bawal memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap serangan hama. Oleh karenanya bagi pelaku usaha harus menjaga benar kondisi kolam dan kondisi ikan di setiap tahapan budidaya. Mulai dari pemijahan hingga panen.

Demikian beberapa kelebihan dan kekurangan yang bisa Anda temukan dalam budidaya ikan bawal. Dengan mengetahui setiap kelebihan yang dimiliki Anda bisa mengupayakan usaha terbaik agar kelebihan tersebut memberi hasil optimal. Sebaliknya, kekurangan yang ada bukan menjadi halangan tapi menjadi peringatan agar lebih cermat dalam melakukan perawatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Order Via WhatsApp