Dampak Pandemi Bagi Para Petani Ikan Koi Di Kota Kediri

Dampak pandemi yang terjadi beberapa tahun kebelakang di Indonesia tidak hanya dirasakan oleh para pedagang dan para pelaku ekonomi lainnya. Namun dampak pandemi juga sangat dirasakan oleh para petani ikan koi di kediri.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, ketika vaksin sudah mulai digalakkan dan kondisi sudah mulai normal, pergerakan perdagangan ikan hias air tawar ini mulai menampakkan kemajuannya.

Dari yang awalnya turun drastis karena adanya pembatasan pengiriman berbagai hal dari seluruh negeri, hingga hanya stagnan di satu kondisi saja, sekarang geliat perdagangan ikan hias sudah mulai terlihat.

Hal ini dikarenakan, kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah dalam jual beli antar daerah yang awalnya dikenakan pembatasan skala besar. Sekarang para petani di kediri sudah kembali bisa mengirim hasil budidaya mereka ke konsumen dan penghobi di beberapa daerah luar Kediri.

Dampak Corona

Dampak virus corona sendiri sangat dirasa oleh para petani ikan koi di Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kediri. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, permintaan pasar yang menurun drastis menjadi kendala dalam pembudidayaan ikan hias jenis koi tersebut.

Selain karena permintaan pasar yang menurun, ikan koi yang sudah dipesan oleh para penghobi juga tidak bisa dikirim karena adanya pembatasan yang dilakukan pemerintah. Sehingga para pembudidaya ikan koi ini mengalami kerugian karena ikan yang harusnya sudah dikirim harus dirawat kembali.

Apalagi menurut petani ikan koi, ikan ikan yang sudah dipesan oleh para penghobi harus disediakan tempat tersendiri dan tidak boleh dicampur dengan ikan koi yang masih baru berasal dari sawah.

Hal tersebut tentu membutuhkan tempat tersendiri dan itu menambah biaya yang harus dikeluarkan oleh petani ikan koi. Ikan koi yang baru dipanen dari sawah, menurut para pembudidaya ikan koi, tidak boleh langsung dicampurkan dengan ikan koi yang sudah berada dalam bak penampungan.

Ikan koi yang baru saja dipanen, harus dikarantina terlebih dahulu minimal selama tujuh hari. Karena ikan yang baru dipanen biasanya masih membawa bakteri dari sawah, terkadang hal tersebut dapat menimbulkan penyakit dan mengakibatkan kematian.

Karantina yang dilakukan oleh para petani ikan koi tersebut dimaksudkan agar, para petani bisa memberikan obat serta vitamin apabila ada penyakit seperti penyakit busuk insang, hal ini tidak dapat dideteksi secara langsung karena ikan masih tampak sehat.

Karantina tersebut juga dilakukan agar dapat menyortir ikan yang sakit agar tidak menularkan penyakit kepada ikan yang sehat. Dengan demikian, kualitas ikan akan tetap terjaga dan untuk ikan yang terserang penyakit akan dapat langsung diobati.

Harga

Untuk masalah harga, para pembudidaya ikan koi di Kediri menyebutkan jika harga ikan koi sendiri masih sangat stabil. Mulai dari harga 10 ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Harga tersebut tergantung dari ukuran, warna ikan, hingga grade ikan koi tersebut. Alfa Farm siap menyediakan bibit ikan koi berkualitas dengan jaminan pengiriman ke berbagai kota di Jawa dan luar Jawa, dari Kediri sampai Palangkaraya dan daerah lainnya.

Hal yang dikeluhkan oleh para petani ikan koi adalah dengan tidak adanya pameran maupun lomba ikan yang biasanya diselenggarakan untuk mendongkrak harga ikan, harus ditiadakan karena adanya pembatasan kegiatan.

Pameran maupun lomba ikan koi yang biasanya diadakan di kota Kediri, seringkali didatangi oleh para penghobi ikan hias air tawar ini, sehingga hal tersebut dapat membantu menyebarkan hasil budidaya dari petani ikan koi di Kota Kediri.

Para petani pun turut meminta agar pemerintah ikut membantu dalam pemasaran ikan koi yang menjadi khas dari Kota Kediri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Order Via WhatsApp