Apa Saja Daya Tarik Budidaya Belut Sidat?

Banyak diskusi soal budidaya belut sidat akhir – akhir ini. Hal ini berhubungan dengan peningkatan konsumsi belut sidat di dunia internasional. Belut biasa mungkin jarang dipandang sebagai kuliner menarik di dalam negeri, tapi untuk kuliner Jepang, belut sidat menjadi menu utama..

Karena alasan ini, banyak orang tertarik mengembangkan ternak sidat dan menjadi supplier kebutuhan dalam negeri dan luar negeri. Jika Anda ingin tahu berbagai daya tarik budidayanya, mari bahas bersama di artikel berikut ini!

Beda Belut Biasa dan Sidat

Sebelum terjun pada daya tarik ternak belut sidat, Anda harus tahu belut biasa dan sidat itu berbeda. Pertama sidat lebih besar dan memiliki kondisi air dan pakan khusus. Budidaya belut sidat yang berbeda ini tidak boleh salah karena kualitas daging ikan ditentukan dari air dan pakannya. Jika kualitasnya turun, umumnya sidat langsung turun drastis harganya.

Keuntungan Ternak Belut Sidat

Setelah tahu bahwa ada perbedaan antara sidat dan belut, sekarang waktunya terjun bahas tentang daya tarik budi daya-nya. Berikut adalah kelebihan ternak sidat:

  • Masih sedikit kompetisi-nya. Jadi jika ingin budidaya sidat, Anda bisa monopoli sebagai supplier di area domisili Anda sendiri.
  • Memiliki potensi ekspor. Walaupun ekspor bibit sidat ke luar negeri dibatasi, bukan berarti daging sidat tidak bisa dijual ekspor. Memang target seperti Jepang memiliki restriksi kualitas tinggi. Hanya sidat hidup dengan berat tertentu saja bisa masuk. Tapi untuk area sekitar ASEAN, sidat tetap menarik diekspor.
  • Harga jualnya mahal. Biasanya Anda dapat sekitar 500 ribu Rupiah per kilo untuk sidat dengan kualitas ekspor. Jadi jika berhasil pembiakan sidat yang bagus, Anda bisa keruk keuntungan banyak.

Faktor yang Mendorong Potensi Pasar Ikan Sidat

Selain keuntungan di atas, ada beberapa faktor yang dorong potensi pasar belut sidat. Hal ini berhubungan dengan gaya hidup dan pengaruh budaya asing. Di Indonesia awalnya penjualan bibit ikan sidat tidak populer. Banyak orang tidak tahu beda sidat dengan belut biasa. Jadi mereka hanya pandang sidat sebagai belut yang besar saja.

Di masyarakat Indonesia, belut adalah pilihan hidangan yang receh. Karena pengaruh ini, sidat kurang banyak terkenal. Tapi sekarang di era internet, pandangan masyarakat berubah. Informasi tentang kuliner Jepang dan Korea membuat sidat menjadi lebih menarik.

Di Jepang ada kuliner unagi yang merupakan spesies sidat Jepang. Hidangan dari unagi ini tergolong berkelas tinggi. Pengaruh budaya luar ini memberi nilai lebih pada sidat. Sekarang banyak restoran Jepang Indonesia buka karena trend pengaruh budaya Jepang.

Bagi restoran Jepang local, mereka tentu memilih cari supplier lokal daripada impor sidat asal Jepang. Jika Anda menjadi peternak belut sidat, Anda bisa jadi supplier tetap para pengusaha kuliner tersebut. Harga sidat untuk local memang tidak setinggi untuk keperluan eksport. Tapi di sisi lain, restriksi kualitasnya tidak terlalu ketat. Jadi Anda tetap bisa jual lebih banyak ikan pada pengusaha local tersebut.

Alfa Farm siap menyediakan bibit belut yang berkualitas dengan jaminan pengiriman ke Jawa dan luar Jawa.

Ayo Coba Kembangkan Usaha Ternak Anda Sendiri!

Bagaimana? Menarik bukan keuntungan dari budidaya belut sidat? Jika mampu hasilkan kualitas sidat tinggi, Anda bisa hasilkan lebih banyak keuntungan, Anda bisa juga jadi supplier hotel – hotel berbintang yang hidangkan unagi di Indonesia.

Bagi Anda yang tertarik menjadi peternak belut sidat, pastikan coba research lebih soal potensi pasarnya jika ingin lebih sukses. Mudah – mudahan informasi ini berguna bagi Anda sekalian. Terima kasih sudah baca artikelnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Order Via WhatsApp