5 Langkah Budidaya Ikan Gabus Konsumsi

Ikan gabus atau Channa striata merupakan salah satu jenis ikan predator yang secara alami ditemukan di kepulauan Indonesia bagian barat. Ikan ini cukup umum dikonsumsi karena memiliki daging yang tebal dan diketahui memiliki kandungan protein yang tinggi. Awalnya ikan ini diperoleh dari tangkapan alam, namun budidaya ikan gabus kini semakin umum ditemukan.

Ikan gabus kini banyak diolah untuk memperoleh kandungan protein albumin yang ada dalam daging ikan tersebut. Hal inilah yang membuat budidaya ikan ini memiliki prospek yang bagus. Berikut ini beberapa hal utama yang wajib diperhatikan untuk budidaya pembesaran ikan gabus konsumsi.

Kolam Budidaya

Kebutuhan kolam pembesaran ikan gabus sebenarnya sangat sederhana. Ikan gabus memiliki organ labirin sehingga bisa hidup di lingkungan dengan kadar oksigen rendah. Kolam pembesaran gabus bisa menggunakan kolam tanah atau tambak, kolam beton ataupun kolam terpal. Salah satu syarat utama dari kolam pembesaran gabus adalah dilengkapi dinding yang tinggi atau penutup untuk mencegah ikan melompat keluar, terutama untuk kolam yang berukuran kecil.

Siapkan setidaknya dua petak kolam untuk memaksimalkan hasil pembesaran. Isi dengan air hingga ketinggian 40 cm dan tebarkan garam ikan kira – kira satu ember timba untuk kolam berukuran 3 x 4 meter. Biarkan selama 3 hingga 5 hari agar air cukup tua ketika bibit dimasukkan. Kolam pembesaran bisa diberi tanaman air seperti enceng gondok sebagai tempat bersembunyi dan menyerap amonia. Ganti air secara parsial dengan menyedot 30 % air dan diganti air baru setiap 2 pekan untuk menjaga kualitas air.

Kebutuhan Bibit

Kini tidak perlu bingung lagi beli bibit ikan gabus yang bagus dimana karena ada AlfaFarm. Di Alfafarm melayani pengiriman ke berbagai wilayah termasuk Balikpapan, Palangkaraya dan lainnya.

Praktek budidaya ikan gabus diawali dengan mendapatkan bibit berukuran 4 – 6 cm. Pilih bibit yang tidak cacat, tidak terkena penyakit serta aktif berenang naik turun untuk mengambil nafas. Usahakan untuk menggunakan bibit yang memiliki ukuran seragam dan memiliki umur yang sama. 

Sangat dianjurkan untuk memilih bibit ikan gabus hasil budidaya yang sudah biasa diberi pakan pelet. Bibit ikan yang diambil dari alam umumnya hanya mau makan makanan hidup. Hal ini akan lebih memudahkan perawatan dan mengurangi biaya kebutuhan pakan.

Kebutuhan Pakan

Ikan gabus merupakan ikan karnivora atau predator. Bibit ikan gabus bisa diberi makan pelet dengan kandungan protein tinggi dan diselingi dengan pakan hidup berupa cacing sutra atau cacing darah. Hindari memberi makan berlebihan. Pemberian pakan sedikit demi sedikit tetapi dengan frekuensi yang sering lebih efektif untuk ikan bertipe predator.

Jadwal pemberian pakan ikan gabus bisa diatur 3 hingga 6 kali dalam satu hari. Pakan yang berlebih atau tersisa justru akan membuat kualitas air cepat menurun dan memboroskan biaya kebutuhan pakan. Menu pakan bisa disesuaikan dengan perkembangan ukuran ikan seperti penggunaan cacing tanah, maggot atau ikan hidup sebagai sumber makanan tambahan.

Penyortiran 

Kebutuhan kolam lebih dari 1 akan berguna di proses penyortiran. Semakin besar ikan maka resiko kanibalisme pada ikan yang pertumbuhannya tertinggal akan semakin tinggi. Lakukan penyortiran 1 hingga 2 kali dalam sebulan; bisa disesuaikan dengan pertumbuhan ikan. Bagi atau pisahkan ikan berdasarkan ukuran, bukan umur karena ikan gabus akan makan apapun yang muat masuk ke dalam mulutnya.

Pemanenan

Pemanenan ikan gabus bisa dilakukan secara bertahap. Ikan gabus bisa dipanen ketika sudah memiliki bobot sekitar 300 gram ( 1 kilo berisi 3 – 4 ekor ). Ikan yang belum masuk ukuran tersebut bisa dibesarkan lebih lanjut hingga dilakukan panen secara keseluruhan. Budidaya ikan gabus terbilang memiliki prospek bagus karena harga ikan dengan ukuran 1 kg berisi 3 – 4 ekor sekitar 70 – 80 ribu; sedangkan gabus dengan ukuran 1 kg berisi 1 – 2 ekor mencapai 100 – 120 ribu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Order Via WhatsApp